Ekonomi

Iklusi Keuangan Memiliki Nilai Penting Mendorong Kesejahteraan

Kabarbeta.com,Ambon-Iklusi keuangan memiliki peranan penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat termasuk pembangunan, karena pilar utama dari inklusi keuangan adalah edukasi.

Untuk itu, kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, pelaku industri dan masyarakat sangat bernilai agar edukasi dari iklusi keuangan ini dapat dipahami oleh masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia, Nuni Sutyoko melalui rilis yang diterima redaksi kabarbeta.com menyangkut kegiatan seminar lokakarya (Semiloka) keuangan bertajuk “Memperkuat Sinergi Tripatit Pendidikan Tinggi untuk Pembangunan”.

Semiloka ini, diselegarakan selama tiga hari di kampus Politekni Negeri Ambon, Univeritas Pattimura dan terakhir di Universitas Kristen Maluku. Diikuti 600 mahasiswa, 200 dosen dan 150 masyarakat binaan. Menurut Nuni, Kota Ambon merupakan pusat pendidikan dan perekonomian di Maluku memiliki peran kunci mendorong petumbuhan wilayah lainnya terutama pengembangan ilmu pengetahuan.

“Di era modern yang bergerak dengan cepat, kolaborasi dan sinergi antara perguruan tinggi, pelaku industri, dan masyarakat penting untuk mendorong pembangunan,” katanya.

Sementrara itu, ekonom dari Sampoerna University Wahyoe Soedramono menyatakan, mahasiswa harus mampu meningkatkan kapasitas agar bisa menghadapi tuntutan dunia kerja. Untuk Dosen, kata Wahyoe, agar melakukan publikasi riset akademik dengan perkembangan.

“Sedangkan masyarakat binaan diharapkan mampu mendapatkansolusi atas masalah yang dihadapi dilapangan,” cetus Wahyoe yang juga Project Manager Program Kerjasama HSBC-PSF.

Lebih lanjut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku,  Bambang Hermanto menambahkan semiloka terpadu ini selaras dengan upaya pemerintah untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.(K-002)