Potret Berita Utama

GMKI PERINGATKAN TIM CAGUB-CAWAGUB MALUKU

KabarBeta.com, Ambon–Genderang perang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku  tahun 2018, telah di tabuh.  Pesta demokrasi lima tahunan Pilkada Gubernur Maluku ini,  disinyalir akan berlangsung dengan suhu politik yang tinggi.

Mengingat saat ini, Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah memasuki masa-masa kampanye, dari para Kontestan Politik Pasangan Calon Kepala Daerah Maluku, maka Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)  Cabang Ambon, mengeluarkan sejumlah peringatan, kepada seluruh Tim Kampanye/Tim Pemenang Pasangan Calon Kepala Daerah Maluku, agar dapat memanfaatkan masa-masa kampanye sebaik-baiknya, sehingga dapat meraih simpati masyarakat.

Peringatan ini disampaikan Koordinator Wilayah XI  GMKI (Maluku), Dodi L. K. Soselisa melalui siaran pers yang diterima redaksi KabarBeta.com,  Senin (19/2).

Menurut Dodi, Tim Pemenangan/Tim Kampanye, yang adalah sebagai mesin penggerak (driving machine), harus jauh dari  tindakan dan usaha politik yang tidak baik, sehingga target menang dalam pilkada Maluku ini, bisa diraih.

Tim kampanye kata Dodi,  harus bisa mempengaruhi masyarakat (Influence Society),  melakukan pembelokan pencapaian lawan politik (Deflected Achievements),  dan atau strategi manuver politik lainnya (Political Maneuvering).

Oleh karena itu, GMKI Cabang Ambon meminta, agar masing-masing Tim Kampanye/Tim Pemenangan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengotori nilai-nilai Demokrasi dj Maluku,  dengan melakukan Kampanye Hitam _(Black Campain), Politik Uang, (Mani Politic), Politik Sektarianisme (Sectaria  Politic),  dan Politik Identitas (Identity Politic), baik yang dilakukan secara langsung maupun melalui Media-media Sosial.

“Tim Kampanye/Tim Pemenang Pasangan Calon haruslah menjadi aktor demokrasi yang mampu mencerdaskan masyarakat dalam berpolitik”tandas Dodi.

Tim. Pemenabgan lanjut Dodi, haris bisa menjelaskan secara terperinci apa yang menjadi Visi/Misi serta Program-program Perioritas Pasangan Calon Kepala Daerah yang didukungnya, dan juga memperkenalkan jejak rekam Pasangan Calon Kepala Daerah kepada Masyarakat agar Masyarakat memahami dan bisa dijadikan referensi untuk menentukan pilihannya secara rasional dan objektif.

Dodi beharap,  setiap Tim Kampanye/ Tim Pemenang  Pasangan Calon harus bisa menterjemahkan secara sungguh tentang peran politik dalam Iklim ber-Demokrasi di Negara Indonesia.(KB-SH).