Liputan Khusus Potret Berita

Dua Kelompok Warga Beda Agama, Bersama-Sama Cat Mesjid

KabarBeta.com, Ambon–Mewujudkan tanggung jawab Sosial sebagai perusahaan besar di Indonesia, (Corporate Social Responsibility – CSR), Manajemen Pasific Paint lakukan pengecatan masjid maupun gereja di kota Ambon.

Program CSR ini diawali dengan Pengecatan Masjid Agung Raya Anur, desa Batumerah, kecamatan Sirimau, Selasa (21/2/2018), dan kemudian akan dilanjutkan pada Gereja Fajar Hidup Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Rumah Tiga,bkecamatan Teluk Ambon.

Imam Masjid Agung Anur, Usman Oey mengakui tema ” Beda Warna Satu Saudara ” yang dipilih pada program CSR Pasific Paint merupakan cerminan hidup orang basudara (saudara) di kota Ambon, yang merupakan warisan leluhur yang patut dilestarikan.

“Pastinya kegiatan melibatkan remaja Masjid maupun Angkatan Muda (AM) GPM yang berasal dari Negeri saudara yakni Passo dan Rumah tiga. Dan hal inu harus diintensifkan karena strategis memelihara keamanan Kota Ambon, Maluku maupun Indonesia secara umum,” ujarnya.

Selain itu , Kepala Bappeda Kota Ambon, Dominggus Matuapelwa, mewakili Wali Kota Ambon,  Richard Louhenapessy mengapresiasi tanggung jawab sosial perusahaan dari Pasific Paint yang strategis dalam memupuk jalinan keharmonisan antarumat beragama di Maluku.

Bayangkan, Masjid Agung Raya Anur dicat oleh  AM GPM Jemaat Rumahtiga dengan melibatkan “pela” (kekentalan kekerabatan tidak seagama) Passo yang mayoritas beragama Kristen.

Jemaat AM GPM Desa Passo, Sementara Mengecat mesjid An’Nur Batu Merah

“Jadi tidak ada salahnya jika memakai thema ‘Beda warna Satu Saudara’ karena kebetulan warga Batumerah beragama Islam, sedangkan jemaat GPM Rumahtiga dan ‘pela’ Passo beragama Kristen,” katanya.

Karena itu, Pemkot Ambon berterima kasih kepada manajemen Pasific Paint yang merealisasikan tanggung jawab sosial perusahaan di ibu kta provinsi Maluku.

“Kami mengharapkan komunikasi Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dan Dirut Pasific Paint, Suryanto Cokro Santoso ditindaklanjuti untuk program partisipasi lain yang strategis bagi pengembangan daerah ini,” ujar Dominggus.

Sementara iti, Dirut Pasific Paint, Suryanto Cokro Santoso menyatakan, realisasi tanggung jawab sosial perusahaan ini merupakan bagian pada 2018, menyusul berkiprahnya pabrik cat metrolite dan Clotex selama 75 tahun.

“Saya senang karena tiga kali berkunjung ke Ambon ternyata kondisinya tidak sama dengan pemberitaan – pemberitaan sehingga termotivasi untuk merealisasikan kegiatan di daerah ini,” katanya.

Photo Remaja Mesjid Batu Merah, Pemkot Ambon,  dan Pihak Pacifik Paint. 

Pengecatan Masjid Agung Raya Anur ditandai dengan Dirut Pasific Paint, Suryanto Cokro Santoso kepada Imamnya, Usman Oey, dilanjutkan pengecetan pagar sarana ibadah tersebut.

Pengecatan juga dilakukan Kepala Bappeda Kota Ambon, Dominggus Matuapelwa, Penjabat Kepala Desa Batumerah, Abdulrahman Walla, Penjabat Kepala Desa Passo, Semmy Akuywen, Ketua Majelis Jemaat GPM, Rumahtiga, Pdt.George Likumahwa serta masing – masing tokoh adat desa Batumerah maupun Passo. (MQN)