Ekonomi

Bulog Siap Salurkan Bansos Rastra di Maluku

Kabarbeta.com,Ambon—Perum Bulog Divisi Regional (Divre)  Maluku,  siap menyalurkan beras Bantuan Sosial Keluarga Sejahtera (Bansos Rastra) ke sebelas kabupaten/kota di Maluku. Untuk tahun 2018 ini, Maluku mendapatkan kuota 14,929,440 kilo gram beras medium berkualitas tinggi.

Dari 11 kabupaten/kota di Maluku,  Kota Ambon di bulan Januari 2018, yang sudah menyalurkan 100 ton Bansos Rastra ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM), meskipun itu belum keseluruhan.

“Untuk kota Ambon,  kita sudah menyalurkan beras itu ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM).  Sedangkan pemerintah kabupaten/kota lainnya meminta untuk ditunda dulu,  karena harus menyediakan anggaran distribusi,” ungkap Kepala Perum Bulog Divre Maluku,  Mahmud Hentihu kepada kabarbeta.com, Rabu (07/02).

Hentihu menjelaskan, untuk menyalurkan Bansos Rastra ini,  Perum Bulog hanya menanggung biaya dari gudang ke titik distribusi, setelah beras tiba di kabupaten/kota selanjutnya biaya distribusi ke kecamatan atau desa,  untuk dibagikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), biayanya ditanggung pemerintah setempat.

“Seharusnya pemerintah segera menyiapakan anggaran untuk membiayai penyaluran dan distribusi ini. Pasalnnya, beras Bansos Restra ini gratis, tidak ada tebusan dan setiap bulan keluarga Penerima Manfaat (KMP) mendapatkan 10 kilogram”tandas Hentihu.

Ia menjelaskan, Bansos Rastra ini sebelumnya bernama Raskin.  Kini telah berganti nama  menjadi Rastra.

“Tidak ada tebusan dan Bansos ini diberikan secara gratis. Bulog sebagai ujung tombak pelaksana program pemerintah ini. Bansos Rastra merupakan perubahan mekanisme dari subsidi Beras sejahtera (Rastra) yang sebelunmya bernama Raskin,” tambahnya.

Hentihu menyatakan, untuk tahun 2018 ini, Maluku mendapatkan jatah 14,929,440 kilo gram beras medium berkualitas tinggi, dengan jumlah pagu dasar surat perintah penyaluran 1,244,120 kilo gram beras.

Sedangkan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 124,412, yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku.

“Pada dasarnya kami siap menyalurkan untuk setiap bulannya, namun Selain anggaran untuk distrubsi ditambah ada juga beberapa daerah yang masih memiliki tunggakan, sehingga takut jangan sampai dimaanfaatkan. Untuk itu, perum Bulog Maluku, masih menunggu pelunasan dulu dari pemerintah Kabupaten/kota setempat,” terangnya.(K-002)