Politik Slideshow

Alasan KPU Maluku Jadikan Gong Perdamaian Tempat Paslon Ikrar Pilkada Damai

 

KabarBeta.com,Ambon—Tiga pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Minggu (18/02/18), di Gong Perdamaian Dunia Ambon mengikuti deklarasi kampanye damai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018.

Selain deklrasi, para paslon juga membaca beberapan point saat berikrar, diantarnya tidak mempolitisasi Suku, Agama, Ras dan antaragolongan (SARA), hoax termasuk politik uang. Setelah itu mereka menandatangi nota kesepakatan menjaga Pilkada Maluku, yang damai.

Dari tiga pasangan calon, calon gubernur nomor urut satu Said Assagaf, tidak menghadiri deklarasi tersebut karena berhalangan, hanya dihadiri calon wakil gubernurnya Andreas Rentanubun dan didampingi Ketua Tim Pemenangan Richard Louhenapessy.

Dalam pidatonya, Ketua KPU Maluku Rifai Kubangun menyatakan, alasan memilih tempat Gong Perdamain Dunia untuk  deklarasi Pilkada damai, karena Gong Perdamian Dunia memiliki makna simbolik yang menjung tinggi nilai–nilai persaudaraan dan kedamaian.

Makna simbolik itu sejalan dengan ikrar para paslon, yang tidak mempolitisasi SARA, hoax termasuk politik uang dalam kampanye, sehingga nilai – nilai simbolik tadi dapat terwujud. Kata Rifai, hal tersebut juga dikuatkan para paslon menandatangani nota kesepakatan mewujudukan Pilkadai serentak tahun 2018 secara damai.

“Makna simbolik itu sejalan dengan ikrar para paslon, yang tidak mempolitisasi SARA, hoax termasuk politik uang, sehingga Pilkada Maluku lebih mertabat,” tandas Rifai.

Menurut Rifai, perbedaan dalam Pilkada itu yang hal biasa, namun tetap menjaga nilai persaudaraan dan kebersamaan. Sebab itu merupakan karakter orang Maluku tidak boleh dihilangkan, apalagi Pilkada hanya sebentar saja.

“Berbeda pilihan itu biasa asalkan saat 27 juli 2018 selesai menentukan pilihan dibilik-bilik suara, tidak usah menyimpan dendam atau semacamnya karena kita orang Maluku adalah saudara,” katanya.

Rifai meminta, KPU di kabupaten/Kota di Maluku, anggota PPK, PPS, PPDP dan petugas KPPS untuk menjunjung tinggi azas-azas pemilihan, yakni  independent, professional, mandiri dan  terbuka.

Masyarakat juga diharapkan, menjaga demokrasi yang sudah baik ini jadilah lebih lagi agar terwujudnya Pilkada Maluku bermartabat dan memilik integritas.

Deklarasi ini dilanjutkan dengan pelepasan burung dan jalan santai mengelilingi sejumlah kawasan di Kota Ambon sebagai tanda telah memasuki masa kampanye, yang dimulai 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Sedangkan masa tenang pada 24 – 26 Juni 2018 dan pemilihan Gubernur – Wagub Maluku pada 27 Juni 2018 .(KB-AA)